Just Enjoy SITBACK and Relax…

 

 

Image

 

Nadine Arinindya / 11140110121

 

 “Nama SITBACK sendiri di ambil dari sebuah kekonyolan drummer kami (Dega) yang kemampuan berbicara bahasa Inggrisnya kurang baik. Haha… Kita anak2 yang nongkrong di kantin belakang di kampus.  Dia pikir arti SITBACK itu adalah duduk di belakang…”

Berikut adalah petikan dari wawancara yang saya lakukan terhadap salah satu anggota band SITBACK, Louis Maramis. Mungkin belum banyak yang mengetahui siapa mereka. Tetapi setidaknya, sebagian besar mahasiswa kampus Universitas Multimedia Nusantara pernah mendengar nama tersebut.

SITBACK dibentuk pada Oktober 2012. Terdiri dari lima mahasiswa UMN. Satu orang sudah lulus, dan empat lainnya masih berkuliah di kampus kita ini. Sang personil yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah, Andronikus Glen, mahasiswa program studi Animasi 2008. Keempat personil lainnya yang tersisa, adalah Antonio Sompotan (Desain Grafis, 2008), Rahadian Pandega (Manajemen, 2010), Louis Maramis (Sinematografi, 2010), dan Fabian Christian (Sinematografi, 2010).

Di samping kecelakaan kecil yang berbuahkan nama SITBACK, sebenarnya nama tersebut memiliki filosofi sendiri. Sitback, yang berarti duduk bersandar, dimaksudkan agar teman-teman dapat mendengarkan karya-karya SITBACK, dengan sitback and relax. (duduk bersandar dan santai.) Mereka menyatakan bahwa aliran musik mereka adalah Alternative Rock, dan mereka siap bersaing di tengah-tengah musik Pop yang kian berjaya akhir-akhir ini.

“Selain itu, karena aliran musik kami tidak dapat diterima baik di sekitar (kampus), kami juga berharap orang-orang tetep bisa sitback and relax dengerin lagu kami…” – Antonio Sompotan (11 Juni 2013, @ Ruang Musik Vol. 3, Swiss-Bel Hotel, Kemang.)

Dan saat ditanya kenapa akhirnya memutuskan membentuk SITBACK, inilah jawaban mereka,

“Awalnya iseng-iseng saja.”

Kata-kata seperti itu sudah sering kita dengar dimana-mana. Bahkan, tak jarang bintang-bintang film besar dari Hollywood memulai karir berakting tanpa disengaja. Begitu juga beberapa musisi ternama dunia. Sebut saja, nama-nama besar seperti  Nirvana, yang diawali dengan pertemanan sejak SMA dan kemudian iseng-iseng mencoba membentuk band, dan namanya mendunia. Walaupun, yang mendongkraknya adalah ketika sang vokalis, Kurt Cobain, meninggal karena overdosis pada tahun 1994. Bahkan The Beatles, sekedar iseng-iseng memulai main di klub-klub kecil di daerah Liverpool hingga Hamburg, dan menjadi salah sayu band legendaris sepanjang masa. Semoga band ini dapat menjadi salah satu yang sukses, mungkin hingga seperti mereka. Amen…

Saya sendiri kebetulan memang sudah mengenal orang-orang ini sebelum adanya SITBACK.  Seperti apa yang mereka ceritakan saat wawancara tentang latar belakang mereka ini dilakukan.

“Pertama kali hanya Lui (Louis), Biman (Antonio), dan Dega, merasa kurang personil akhirnya kita ajak Fabian dan Glen untuk mengisi posisi yg kosong yaitu gitar dan bass.”

Itu mereka lakukan saat mau mengikuti audisi pertama kali sebagai sebuah band. Audisi tersebut diadakan untuk acara kampus UMN, yaitu UMN Night. Tanpa mereka sangka, mereka lolos tahap audisi, dan mendapat spot pada acara UMN Night, 10 November 2012 yang lalu.

“Akhirnya (setelah diterima audisi), kita adakan rapat untuk membicarakan soal visi misi, dan sebagainya. Kami semua mempunyai visi misi yang sama untuk memajukan band ini menjadi band yang profesional dan siap terjun ke dalam industri musik.”

Selama kurang dari sebulan kelima orang ini, benar-benar mempersiapkan agar mereka dapat memberikan yang terbaik untuk tampil di UMN Night. Mereka bahkan berhasil menciptakan sebuah lagu yang berjudul Life Won’t Wait. Mereka bahkan menggandeng beberapa mahasiswa UMN untuk membuat video gabungan, untuk diputar pada UMN Night. Salah satu yang berhasil mereka ajak bergabung adalah, Gamaliel, salah satu mahasiwa UMN yang sudah lebih dulu terjun ke industri Musik Indonesia. Belakangan ini, Gamaliel (Gamal), mulai populer dengan lagu hitsnya bersama Cantika dan Audrey, yang berjudul Bilang Cinta. Lagu tersebut cukup populer dan sering diputar di berbagai radio lokal, seperti Prambors, Gen FM, Trax, dan lain-lain.

Kembali ke soal SITBACK. Penampilan perdana mereka di UMN Night dapat dibilang cukup sukses. Terlihat dari penontonnya saat itu yang memenuhi kursi-kursi yang tersedia di depan panggung Unity, Summarecon Mall Serpong. Biman dan kawan-kawan berhasil memukai penonton yang datang saat itu, dan mulai mendapatkan tawaran manggung di sekitar Serpong.

“Feedbacknya pun sangat baik buat kami. Mulai ada tawaran untuk manggung lagi dan seterusnya banyak tawaran . merasa punya kecocokan antara kita ber-5. Dan udah ga bisa main-main lagi.”

Mungkin dikarenakan mereka sudah berusia rata-rata di atas 20 tahun. Jadi, mereka mulai menjadikan band ini sebagai pilihan untuk karir di masa depan. Kemungkinan berhasil dengan bermusik memang tidak mudah, tetapi anak-anak SITBACK tidak menyerah begitu saja. Mereka mulai menerima tawaran-tawaran yang datang dari dalam kampus. Tidak selalu mulus seperti apa yang mereka harpkan. Ya… Namanya juga hidup, pasti ada saat-saat dimana tidak semua berjalan sesuai dengan harapan.

Ngomong-ngomong soal yang tidak sesuai harapan. Tiga dari lima anggota SITBACK tadinya emmiliki band masing-masing, yang dapat dikatakan gagal di tengah jalan. Tetapi, ketiga personil tersebut, Biman, Dega, dan Louis, tidak patah semangat danmenaruh harapan-harapan mereka di SITBACK ini. Mungkin beberapa yang kandas di haluan ang dahulu, bisa diwujudkan di band yang sekarang. Semoga… *finger crossed*

“Manggung awalnya ya di acara-acara kampus dulu…”

Seperti DKV UMN Halloween Night,

 

 

Fikom Night UMN Broadway. Di acara inilah mereka mendapatkan masalah pertama saat sedang tampil di panggung. Tim panitia acara tersebut sepertinya kurang mengetahui aliran msuik apa yang akan dibawa oleh band yang mereka undang. Sehingga, di tengah-tengah penampilan, hampir terjadi pemberhentian, dengan cara dimatikannya sound system panggung. Dega, sang drummer, tidak bisa menerima hal ini. Lalu, terjadi beberapa ketegangan di luar function hall, UMN. Beberapa argumen mencuat dengan beberapa orang yang berasal dari pihak paniti Fikom Night.

 

Juga beberapa panggung di luar kampus, seperti acara Star Radio di Living World, Parade Musik Kebangsaan di Monumen Nasional, hingga yang terakhir Ruang Musik di Basement Cafe, Swiss-Bel Hotel, Kemang.

 

 

Di samping tawaran manggung yang sudah bolak-balik, sana-sini, sekitar Tangerang dan Jakarta. SITBACK juga tadinya berencana melakukan tour Jawa-Sumatera pada bulan Mei lalu. Tapi, karena beberapa kendala seperti ketersediaan absen para personil yang terbatas, maka tour tersebut dibatalkan. Karena apabila dilanjutkan, beberapa dari mereka akan mengalami kegagalan dalam beberapa mata kuliah masing-masing. Anak band ‘kan tetep harus sukses kuliahnya… Makanya, buat para mahasiswa UMN diharapkan, gunakanlah jatah absen kalian sebaik-baiknya.

Urusan ngeband mereka tidak berhenti dari sekedar manggung ke panggung satu ke panggung yang lain. Mereka berniat untuk memiliki album sendiri dari hasil jerih payah mereka. Sejauh ini sudah ada sekitar enam lagu yang siap mereka luncurkan dalam bentuk sebuah mini album. Album ini rencananya akan rampung bulan September mendatang. Lagu-lagu tersebut merupakan ciptaan mereka sendiri, loh… Kalau soal lirik lagu-lagu yang menyentuh, sang vokalis Antonio Sompotan/Biman yang banyak ambil alih.

Mungkin bisa dilihat dari umur, pengalaman Biman bisa dibilang paling banyak. Baik itu soal hidup, maupun soal percintaan. Lagu-lagu SITBACK yang diciptakannya juga tidak jauh dari tema cinta dan pertemanan. Hal seperti barusan,sudah biasa menjadi bercandaan mereka. Maklum, pada tanggal 2 Agustus tahun ini sang vokalis akan genap berusia 27 tahun.

Soal album, SITBACK yang berusaha keras menjadi sebuah band indie ini, melakukan segala hal semampu mereka untuk membuat segalanya berjalan lancar. Beberapa personilnya bahkan mengorbankan beberapa barang mereka untuk dijual. Salah satunya adalah sang gitaris, Louis Maramis. Dia punya cerita menarik dalam mencari tambahan untuk bikin album.

“Gw jual laptop. Jauh-jauh, sampe nyasar ke Pantai Indah Kapuk, ujung-ujungnya, laptop gw dihargain Rp 250.000. Emang sih udah banyak bagiannya yang rusak…”

Begitulah pahit-pahit mereka memperjuangkan band ini. Selain, kesulitan mencari dana, belakangan ini SITBACK mulai menerima tawaran panggung di beberapa daerah di Jakarta. Tetapi, karena salah satu personil mereka, Glen, sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai Designer Graphic Animation di MNC, maka mereka agak kewalahan mengatur jadwal. Tidak jarang hal ini menyebabkan sedikit perselisihan di antara personil.

Seperti contohnya saat manggung di Kemang 11 Juni lalu, penampilan mereka agak drop, karena kurangnya latihan. Seusai perform, seluruh personil hanya bisa diam, merenungi apa saja yang salah dari penampilannya barusan. Hal-hal seperti ini, cukup sering terjadi, dan tidak jarang menjadi bumerang dalam meneruskan karir atau tidak. Tetapi SITBACK tetap bertahan di jalan mereka. Mereka tetap akan memperjuangkan segalanya bersama-sama.

Selain itu, ada kabar berhembus bahwa SITBACK di-banned untuk beberapa acara kampus. Kabarnya, hal ini terjadi karena kejadian mereka membawakan lagu yang cukup keras ketika Fikom Night 2012 lalu. Semoga kabar ini tidak benar, ya…

Sesi terakhir dalam interview yang kami lakukan, tentunya adalah menanyakan, hal apa yang mereka pentingkan dalam menjalani nge-band yang serius ini. Inilah jawaban mereka.

Chemistry,kejujuran dan kekeluargaan lah yang kita utamakan. Karena suasana harmonis akan membuat kami lebih enjoy dalam pekerjaan ini. Keseriusan setiap personil juga sangat dibutuhkan untuk melancarkan perjalanan menuju kesuksesan kami yang masih sangat panjang. Motivasi kami adalah ingin selalu menjadi band yang mempunyai karya yang baik, kita juga pengen eksis hahaha… Kita ingin dan harus bisa go international ga hanya nasional saja, dan bisa jadi orang kaya dengan kesuksesan bermusik ini. Hahaha…”

Baiklah… Semoga harapan-harapan tersebut dapat tercapai. Saya doakan mereka dapat menempuh kesuksesan dan tidak lupa akan siapa-siapa yang sudah membantu mereka, jika mereka sukses nanti. Jangan sampai menjadi pepatah, bagai kacang yang lupa pada kulitnya. Selain itu, diharapkan semoha kuliah semua juga tetap lancar. Rencananya Biman dan Fabian akanmenjalani Tugas Akhir untuk merampungkan studi mereka tahun depan. Semoga sisa yang masih berkuliah bisa cepat menyusul ya… Sukses selalu untuk SITBACK!

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang mereka dapat difollow account Twitternya di @sitback_id atau Facebook Page http://www.facebook.com/sitbackmusic. Barusan adalah titipan para personil, sekalian promosi J

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s