MENJAGA EKSISTENSI BUDAYA SENDIRI

FADHLILLAH ANINDITO – 11140110218
“ Selama kita masih awas dengan budaya sendiri, budaya ini engga bakalan ilang” ujar bang Indra salah satu tokoh masyarakat di kampung betawi, setu babakan, jagakarsa, jakarta selatan.

Betawi merupakan budaya asli ibukota kita, jakarta. Namun lambat laun kehadirannya tersingkirkan oleh para pendatang yang ingin mengarung nasib di ibukota. Ironis memang keberadaan kampung betawi semakin lama semakin tersingkir ke pinggiran kota, tergusur oleh kepentingan kepentingan bisnis karena Jakarta merupakan ibukota. Oleh karena itu jakarta menjadi pusat bisnis yang menyebabkan penduduk asli tesingkir karena tidak punya kemampuan untuk bertahan di pusat kota.

IMG_0759

Karena fenomena ini membuat saya tertarik untuk mengunjungi kampung betawi setu babakan bertempat di jalan Moh. Kahfi II, srengseng sawah, jagakarsa, jakarta selatan. Tempatnya sangat di pinggir kota jakarta berbatasan dengan kota depok seolah olah memang kebudayaan ini sangat di pinggirkan akibat modernisasi industri di pusat kota.

Setu Babakan atau Danau Babakan  sendiri adalah sebuah danau buatan yang dalamnya sekitar kurang lebih 5 meter, dan luasnya kurang lebih sekitar 30 hektar. Setu Babakan ini jadi pusat dari pada Perkampungan Budaya Betawi itu sendiri, yang sengaja dijaga sama warga sekitar demi mewarisi kebudayaan asli Jakarta. Sampai akhirnya Setu Babakan diresmikan sebagai  Cagar Pelestarian Budaya Betawi pada tahun 2004 oleh pemerintah DKI Jakarta di era Gubernur Sutiyoso.

Setu babakan sebenarnya mempunyai banyak pintu namun pintu utamanya ada gapura bertuliskan “Pintu Masuk 1 Bang Pitung. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.”. Bang Pitung adalah salah satu tokoh dalam dongeng betawi yang melambangkan kepahlawanan. Pitung merupakan sosok Superman-nya orang betawi dalam menumpas penjajahan kaum belanda jaman dulu. Pitung diceritakan mempunyai ilmu Silat yang sakti dan kebal terhadap senjata apapun kecuali peluru perak dalam dongengnya.
IMG_1293
Setu babakan sekarang menjadi sebuah tempat wisata untuk bermain. Ada wisata air dan kuliner di dalamnya. Uniknya walaupun tempat wisata tempat ini juga merupakan kegiatan kehidupan warga sehari hari disana seperti tempat tinggal dan lain lain. Banyak sekali pengunjung yang datang kesini ada yang untuk bersantai menikmati sore maupun yang ingin belajar lebih lanjut tentang budaya betawi termasuk saya sendiri. bahkan ada yang berkunjung kesini dari luar negeri maupun luar kota. Ini menunjukan cagar alam situ babakan layak untuk dikunjungi. Setu Babakan ini telah memfasilitasi para pengunjung yang ingin melakukan home stay di perkampungan tersebut dengan rumah adat sebanyak 67 unit yang telah siap untuk ditinggali.Image

IMG_1281
Pakaian Betawi

Adat betawi merupakan adopsi dari beberapa negara, sebut saja Arab dan China. Pakaian adat pengantin betawi sendiri misalnya, pakaian pria diadopsi dari busana arab, sementara pakaian wanitanya diadopsi dari busana China, namun ketika mereka bersanding di pelaminan maka jadilah busana betawi. Tidak hanya pakaian pengantinnya tetapi juga pakaian keseharian masyarakat betawi, dalam pakaian adat betawi, terdapat makna dan arti tersendiri. Kita mulai dari pakaian adat pria, dimana biasanya mereka mengenakan peci berwarna hitam polos dengan ketinggian antara 8-12cm, peci ini sudah menunjukkan dari betawi, karena kata Bang Indra, peci betawi sarat dengan hitam polos dan tidak bermotif dengan ketinggian 8-12cm. kemudian jas yang dikenakan biasa disebut “jas demang” atau “jas tutup hidung serong”, jas ini memiliki simbol kewibawahan atau biasanya yang mengenakan jas ini adalah orang kaya. Terdapat rantai kuku macan yang dikenakan bersama dengan jas ini, rantai kuku macan ini memiliki arti kekuatan, artinya orang betawi harus memiliki kekuatan dan kewibawahan, kain yang dikenakan bernama kain motif tumbak, tumbak artinya tajam, hal ini mengisyaratkan bahwa orang betawi harus memiliki mata yang tajam dalam melihat kehidupan, selain motif tumbak, ada juga motif tutup rebung, motif ini berarti menjadi tunas, orang betawi harus menjadi tunas dalam menyongsong kehidupan.

Cara melipat kainnya juga memiliki arti khusus, dalam mengenakan pakaian adat pria, kain yang dikenakan harus dilipat dari kiri ke kanan, hal ini mengartikan bahwa kejahatan harus ditutup dengan kebaikan, sementara kancing jas yang terdapat dalam jas demang tersebut biasanya berjumlah antara 5-6 kancing yang menandakan rukun sholat, artinya orang betawi harus selalu ingat kepada agama.

Untuk pakaian wanitanya, baju yang dikenakan disebut “kebaya encim” atau bisa disebut juga “kebaya keroncong” yang memiliki motif bordiran bolong-bolong. Konde yang dikenakan diatas kepala wanita terdapat burung Hong, burung Hong ini sebenarnya adalah burung khayalan yang diadopsi dari negara China, menyimbolkan keberuntungan.

*****

Pernikahan Budaya Betawi

Dalam ada betawi. Pernikahan memiliki tradisi sendiri. ada proses lamaran dimana ada seserahan yang isinya berbagai macam konten yang memiliki arti sendiri sendiri. Adat  seserahan atau dalam kebudayaan betawi bisa disebut juga dengan kenang-kenangan. Dalam seserahan ada iring iringan orang yang bermain silat yang melambangkan si pengantin pria sudah siap melindungi calon wanita secara lahir dan batin dan biasanya para jawara tersebut akan membawa umbul-umbul kembang kelapa, kelapa diartikan sebagai buah yang bermanfaat, karena setiap bagian dari kelapa dapat digunakan, mulai dari pohon, buah, bahkan buah kelapa yang sudah tua dapat menjadi tunas baru, pohon kelapa juga bersifat fleksibel karena dapat hidup dimanapun, di dataran rendah, dataran tinggi, pantai, maupun gunung maksudnya adalah keluarga dapat bermanfaat di keluarga itu sendir maupun di lingkungannya. Dalam nampan seserahan terdapat roti buaya, kenapa buaya karena buaya adalah binatang paling setia, mereka hanya punya 1 pasangan selama hidupnya oleh karena itu di harapkan pengantin tetap setia satu sama lain dan panjang umur sehingga pernikahan bisa abadi. Terdapat juga miniatur masjid, yang menyimbolkan bahwa kedua calon pengantin nantinya harus selalu ingat terhadap agama.

Biasanya dalam beberapa kasus ada yang sedikit berbeda seperti miniatur sumur, sebenarnya seserahan semacam ini memiliki arti tersendiri dari si calon mempelai wanita, konon ceritanya jika membawa miniatur sumur, mempelai wanita waktu masih kecilnya itu cengeng atau suka sekali menangis sehingga terkadang untuk membuat anaknya berhenti menangis, orang tua dari si mempelai wanita akan mengeluarkan janji, seperti akan memberikan kerupuk satu kaleng saat anaknya menikah atau janji apapun, bisa juga berjanji membelikan pakaian gaun, sepatu, atau perhiasan, sehingga saat acara lamaran yang membayar janji ini adalah pihak dari mempelai pria, maka tidak heran jika seserahan yang dibawa biasanya ada sedikit berbeda dari biasanya. Dalam seserahan gotong-gotongan, biasanya terdapat sayur-sayuran, roti, pisang raja, daun sirih, dan bunga mawar yang mekarnya kedepan, semua gotong-gotongan ini juga memiliki arti sendiri-sendiri. sayur dan roti menandakan bahwa calon mempelai pria sudah siap mencukupi kebutuhan pokok keluarga, pisang raja menandakan bahwa calon mempelai pria sudah siap memberikan yang paling istimewah untuk keluarganya kelak karena pisang raja bagi masyarakat betawi merupakan pisang yang paling istimewah dari pisang-pisang lainnya. Daun sirih menandakan agar keluarga ini senantiasa sehat, karena daun sirih identik dengan kebersihan, tertutama bagi calon mempelai wanita nantinya, daun sirih ini biasanya dilipat menjadi enam bagian, menandakan rukun iman, dan di dalam daun sirih tersebut biasanya di selipkan uang dengan pecahan terbesar, biasanya uang seratus ribu, karena pecahan terbesar dari mata uang rupiah adalah seratus ribu, sehingga ini mengartikan bahwa calon mempelai pria sudah siap bekerja keras untuk menghasilkan uang yang banyak bagi keberlangsungan kehidupan keluarganya kelak. Yang terakhir adalah bunga mawar yang arah mekarnya keluar, mengartikan bahwa apapun masalah yang terjadi didalam keluarga nantinya harus terdengar yang baik-baik, yang manis-manis dari mulut tetangga, jangan sampai ada berita-berita yang buruk terus yang terdengar di telinga tetangga, sehingga mekarnya harus keluar, tidak boleh ke dalam. Ada juga yang khas pada lamaran maupun akad nikah yang menjadi ciri khas yaitu adanya berbalas pantun antar calon besan yang intinya ingin mengawinkan anak laki lakinya dengan anak perempuan calon besan lalu menanyakan apa kemampuan anak laki laki itu hingga merasa mampu untuk menikahi sang anak perempuan. Namun tentu saja kalo di sekarang ini berbalas pantun ini hanya sekedar formalitas dalam adat pernikahan betawi.

Ada juga mengenai budaya petasan. Ini sebenarnya sepele dimana di jaman dulu tidak ada alat komunikasi yang canggih. Sehingga di pasanglah petasan yang berisik yang menandakan pengantin pria sudah datang dan acara hajatan siap dilaksanakan dan dimulai.

*****

Kuliner Khas betawi

IMG_0761

Setelah saya mengobrol dengan bang Indra, saya memcicipi kuliner yang ada sini terapar sepanjang pinggir danau. Ada mulai dari laksa, soto betawi, toge goreng, dodol, hingga makanan tradisional seperti cimol ada disini termasuk yang akan saya beli yaitu kerak telor.

Kerak telor merupakan telor yang di panggang bersama dengan ketan putih seperti nasi di goreg hingga kering. Bentuknya seperti telor dadar namun lebih kasar. Teksturnya kasar karena tidak menggunakan minyak goreng sehingga menjadi seperti kerak makanya dinamakan kerak telor. Dan salah satu teknik pembuatannya yang luar biasa adalah panggangan di balik menghadap api ajaibnya adonan kerak telor tidak jatuh ke api tersebut.

Minuman khas betawi yaitu bir pletok. Saya kaget karena nama bir mengidentikan dengan minuman alkohol. Namun ternyata tidak mengandung alkohol sama sekali. Dinamakan bir pletok karena pada masa belanda sering sekali orang belanda minum bir. Namun masyarakat betawi yang umumnya muslim tidak boleh minum bir. Jadi mereka membuat bir sendiri dari jahe, daun pandan, dan serai. Untuk kata pletok karena dulu diminum dengan gelas bambu dan es batu kalo di kocok mengeluarkan busa dan bunyi “pletak-pletok”. Tentu khasiatnya menyerupai bir yaitu dapat menghangatkan badan. Ada juga minuman bernama es selndang mayang yang wujud nya seperti cendol namun isinya warna warni.

*****

Kesenian Betawi

IMG_0738

Di panggung berisi hiasan khas betawi. Juga terdapat boneka ondel ondel. Ondel ondel adalah maskot betawi yang paling terkenal. Jaman dahulu digunakan untuk mengusir bala. Namun sekarang biasanya untuk acara khusus atau penyambutan dan lain lain.

Betawi juga terkenal dengan jago ber pantun. Ada beberapa jenis kesenian tradisi betawi di antara nya adalah Tanjidor, Gambang Kromong, Rebana biang, Samrah, Lenong, dan Topeng. Lenong adalah pertunjukan komedi khas betawi yang diselingi oleh pantun pantun yang nyeleneh.

Semua warga boleh terlibat di dalam acara pertunjukkan-pertunjukkan tersebut namun mereka harus mendaftarkan diri mereka dalam Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan setelah mereka mendaftarkan diri mereka harus dengan rajin datang ke setiap waktu latihan yang telah ditentukan.

Sayang, akibat globalisasi yang tinggi serta keminatan masyarakat yang condong pada perubahan kebudayaan membuat kesenian kesenian ini kekurangan peminat. Dimana anak muda lebih suka dengan kebudayaan luar seperti di jepang dan korea. Namun kalau bisa membuat anak muda lebih suka dengan budaya sendiri tentu lebih baik demi eksistensi kesenian ini.

****

Dalam perjalanan singkat ini saya menyadari bahwa memang Indonesia sungguh luar biasa. Memiliki banyak sekali kemisteriusan budaya di dalamnya. Contohnya budaya betawi ini sendiri.

Rumor bahwa orang betawi itu galak saya bisa yakinkan sendiri tidak semuanya seperti itu. Mereka sangat ramah apalagi setelah tempat ini resmi menjadi tempat wisata umum yang dibiayai oleh pemerintah Jakarta

Dari sini saya mempelajari bahwa kita mempunyai budaya yang luar biasa sendiri. Untuk apa kita menggumi budaya orang lain yang jelas beda dengan kita dan tidak ada hubungannya dengan kita selama kita masih punya budaya yang luar biasa indahnya di Indonesia ini.

Namun dari semua ini Bang Indra sangat menyayangkan kalo generasi muda sekarang lebih suka kepada budaya pendatang. Beliau mengatakan bahwa selama kita masih ingat dan meneruskan budaya yang kita punya disitu kita tidak akan menghianati budaya kita sendiri.Kemajuan jakarta sebagai ibukota dan banyaknya budaya yang masuk jelas membuat budaya betawi kesulitan untuk berdiri. Beruntung bahwa jakarta masih punya acara seperti Pesta Rakyat Jakarta tempat untuk mengumpulkan budaya budaya ini di satu tempat dan memperlihatkannya kepada semua orang.

Kita boleh berpikir global dan memang tidak salah globalisasi yang semakin dinamis. Namun kita tidak boleh melupakan budaya sendiri. Budaya ini tidak akan hilang jika kita masih sadar akan budaya ini.Oleh karena itu kita harus mulai awas terhadap budaya kita. Boleh kita untuk mempelajari budaya lain asal jangan meninggalkan budaya sendiri.

Pada akhirnya generasi mudalah penentu eksistensi dari budaya yang sudah ada namun seharusnya tetap dipertahankan sebagai identitas kita sebagai masyarakat. Bila tidak kita sendiri yang bangga dan menjaga budaya ini siapa lagi?

This entry was posted in Perjalanan, UAS, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s