Wisata di TPU Jeruk Purut

Image

Tampak pintu gerbang sesaat sebelum memasuki kawasan TPU Jeruk Purut

TUGAS AKHIR PENULISAN FEATURE

PATRIC RIO – 11140110138

Suatu malam pada tahun 1986, ada seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang berjaga. Tanpa sengaja, malam itu ia mengalami sebuah kejadian langka. Dilihatnya sesosok pastur tanpa kepala yang sedang menenteng kepalanya melintas di kawasan makam.

Perasaan takut sempat menyelimuti. Daripada membuat keributan, lebih baik raga ini berdiam diri membatu.  Menurut kesaksian warga sekitar, adalah bapak Sapri Saputra yang melihat pastur kepala buntung tersebut.  Hingga kini, Sapri masih aktif menjaga dan dianggap orang yang dituakan.  Kisah mistis ini pun menyebar keluar pemakaman. Bahkan sudah ada film yang mengisahkan sosok legenda pastur kepala buntung.  Konon, dia dapat ditemui bila kita berkunjung pada malam jumat dengan jumlah yang ganjil.

***

Malam mulai berganti pagi. Bulan pun sudah berbentuk bulat sempurna di langit. Terhampar sembilan hektar lahan pekuburan di daerah Jakarta Selatan.  Tepat pukul jam 00.08,  terpampang jelas-jelas di depan saya sebuah papan besi bertuliskan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut.  Suasana hening sejenak melihat kawasa makam yang terkenal tersebut.

Tak berapa lama saya turun, terdengar alunan musik yang kurang enak didengar khususnya saat malam hari. Drive gitar yang memekik serta beradunya simbal drum menandai bahwa sedang digelarnya ‘konser’ beraliran metal tak jauh dari kawasan makam. Suara yang memekikan telinga itu membuka pagi saya sesaat sebelum berekeliling dikawasan Jeruk Purut.

Tidak seperti lensa yang hanya fokus kepada sebuah objek saja, pandanganmata saya ini bisa melihat ke segala arah  tanpa batas. Tangkapannya berupa nisan, pohon beringin, kabut tebal disertai lampu-lampu, beberapa tempat jualan, serta tenda-tenda yang terlihat masih baru. Ada juga segerombol anak muda yang saya temui disana.  Mereka sedang asyik bercengkrama dikawasan kuburan ini.

“Pengen tahu aja, bang. Orang kan pada ngomongin Hantu pastur,” kata mereka singkat

“Biar kaga penasaran juga bang,” tambahnya lagi.

“Abis ini mau kemana lagi dek ?,”tanya saya

“Paling bentaran mau ke Terowongan Casablanca,bang” tukasnya serius.

Tertegun, diam, dan malu. Saya kesini saja puasa satu hari terlebih dahulu. Mereka malah penasaran dan ingin mencari situasi mistis.  Tarik kesimpulan, oke saya penakut.

Tak hentinya saya merapal doa hanya untuk meminta perlindungan yang maha kuasa. Dari kejauhan samar terlihat sosok berbaju serba hitam, beserta topi hitam khas hansip sedang asyik merokok di dalam sebuah tempat jualan.  Dia mengemban tugas sebagai pendiri tenda di TPU Jeruk Purut ini.

Pria yang sudah selama 11 tahun mengabdi ini setia menunggu sendiri dipos yang gelap gulita meskipun suasana dingin, bekas hujan sore-sore.  Bersama dengan Babe dan Indra, mereka bertiga adalah sosok yang penting untuk merawat kuburan di kawasan Jeruk Purut ini. Babe dan Indra adalah orang yang biasa menemani para pengeunjung untuk berjalan-jalan menuju ‘tempat wisata’, sementara Pak Dayat hanya bisa ke beberapa tempat.

“Kita mah bisa ngajak jalan-jalan situ. Cuma takut sama ular doang. Ketemu, Pok. Dipatok mati udah,” terangnya.

Sembari bercerita ia pun mengajak kami berjalan-jalan di kawasan kuburan tersebut. Lampu di tiang listrik yang mati hidup mati hidup memulai perjalanan kami berkeliling.

***

TPU Jeruk Purut ini terletak di Jakarta Selatan.  Tempat ini memiliki luas sekitar sembilan hektar. Kawasan pemakaman ini hanya diperuntukkan untuk umat muslim (Islam). Seperti halnya Taman Makam Pahlawan Kalibata, TPU Karet Bivak and TPU Menteng Pulo, Jeruk Purut adalah salah satu pemakaman yang dirawat dengan baik di Jakarta.

Pada dekade 2000-an TPU diperluas dengan tanah wakaf. Hal itu membuat beberapa keluarga terusir.  Hingga sekarang TPU Jeruk Purut ini masih dapat diperluas lagi.  Aktivitas yang cukup ramai akibat mitos hantu membuat beberapa warga didaerah sana terganggu.

“Hingga 2015, diusahakan tidak ada lagi rumah warga yang berada di sekitar TPU Jeruk Purut,” terang Pak Dayat.

Pada tahun 2006 diluncurkan sebuah film yang terinspirasi dari legenda pastur tanpa kepala. Film yang disutradarai oleh Koya Pagayo ini berjudul ‘Hantu Jeruk Purut’.  Film yang dibintangi oleh Sheila Marcia dan Samuel Z ini menceritakan tentang seornag anak muda yang mati karena obsesinya menulis novel mengenai hantu pastur itu. Novelis itu menyuruh temannya untuk melanjutkan kisah tersebut. Untuk semakin mendalami, maka penulis selanjutnya mengunjungi TPU Jeruk Purut. Menurut film, hantu pastur baru muncul jika berkunjung pada malam jumat, mengelilingi kuburan sebanyak 7 kali dengan peserta ganjil. Setelah mengelilingi, mereka kemudian pulang. Tanpa disadari, 3 orang ini ternyata mengalami kejadian aneh masing-masing yang berujung pada kematian.

Film yang  mengkisahkan Hantu Jeruk Purut (2006)

Film yang mengkisahkan Hantu Jeruk Purut (2006)

Tersebarnya mitos mengenai hantu pastur tidak membuat para pengunjung takut.  Kini, selain untuk pemakaman, TPU Jeruk Purut juga terkenal sebagai salah satu tempat untuk wisata angker. Bila ingin mengelilingi dan merasakan suasana mistis, oleh para penjaga makam kita akan dibawa menuju 3 lokasi berbeda di kawasan TPU Jeruk Purut.

***

Lokasi pertama adalah makam keramat. Makam keramat ini adalah makam dari Syeikh Waliallah Wan Salim atau biasa dikenalHabieb Salim. Dia merupakan keturunan dari seorang wali yang dikenal dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi’i Sunnira atau biasa disebut mbah Priok.

Image

Makam Habieb Syalim. Tampak lebih terang dibanding kawasan lainnya

Beliau adalah tokoh Islam yang disegani di Jakarta yang sudah meninggal ratusan tahun yang lalu. Keturunannya pun dimakamkan disekitar makam Habieb Salim berada.  Makam ini berada ditengah-tengah pekuburan dangen ukuran 6m x 6m. Dari jauh terlihat seperti rumah penduduk yang dikelilingi pohon kamboja. Terbersit pikiran, warga macam apa yang ingin tinggal ditengah-tenagh pekuburan.  Ternyata setelah sampai, itu adalah makam Habieb Salim. Lokasinya cukup terang dibanding daerah lain.

Menurut Pak Dayat, makam ini dijaga oleh para jin Islam. Jika berkunjunng kesana wajib permisi dan mengucapkan doa terlebih dahulu agar senantiasa dijaga.

“Saat itu pernah ada orang Jelambar yang kerasukan Jin Islam. Pas ngobatin, babe salah baca ayatnya. Dibilangin ‘Itu salah ayatnya’ ,” terang Pak Dayat.

Hingga sekarang orang tersebut telah meninggal meskipun telah dibawa ke Singapura.

Menurut Pak Dayat, ia dirasuki karena iseng di makam keramat.

“Dia cetak-cetek maenin steker. Pintu dibuka tutup buka tutup. Jangan sekali-sekali dah. Mereka yang kena itu yang rese.”

Selanjutnya ada pohon benda. Pohon ini dipercaya sebagai ‘istana’ tempat berkumpulnya para hantu di TPU Jeruk Purut.  Jaraknya tidak jauh berada dari lokasi makam Habieb Syalim.  Diceritakan bahwa pohon yang sekarang ini adalah anak dari pohon benda yang pertama.

“Bapaknya lebih dari ini . Iya bapaknya tumbang daerah sini ditengah-tengah gara-gara angin kencang. Kalau itu numbuh snendiri alami. Kita belom ada aja disini udah ada.  Disitu istananya semua,”

Pohon itu sangat mencolok karena letaknya ditengah-tengah kawasan pekuburan. Selain itu juga besar dan tinggi serta terlihat tua.  Konon, ada benda keramat tersimpan disana. Siapa yang bisa mengambil akan menerima kekuatan sakti.

Minimnya pencahayaan serta letaknya yang berada di tengah membuat pohon itu jarang dikunjungi. Sembari berjalan, saya melihat beberapa sosok kyai dan haji yang berpakaian serba putih disekitar sana.   Menurut Pak Dayat, mereka biasanya melakukan ritual di daerah sana.

“Lumayan tegang juga (disana) apalagi di pohon benda basecampnya. Apa aja disitu semua ad. Kumplit,” ujarnya

Dikonfirmasi melalui BBM, teman saya Putra yang mengusulkan tema ini mengatakan bahwa di Pohon Benda ia pernah diganggu. “Iya ditimpukkin gw pas kesana. Rame deh pokoknya,” ujarnya

Tempat wisata terakhir adalah sumur.  Lokasinya terletak diujung pekuburan.  Menurut Pak Dayat disana terdapat siluman buaya putih serta kuntilanak.  Karena hawa mistis yang kuat, beliau tidak berani membawa saya kesana.

“Harus sama babe kesana. Siluman buayanya bisa menyerupai manusia. Ada juga kuntilanak,” ujar Pak Dayat.

Pagi semakin menjelang. Saya dan beberapa kawan tetap tidak sendiri. Aktivitas disana seakan tidak pernah mati.  Para pedagang pun masih tetap mengais rezeki di kawasan TPU. Pemandangan ini sungguh sangat kontras sekali dengan kehidupan di kawasan Jakarta Selatan tersebut.

***

Jakarta Selatan adalah tempat dimana salah satu lokasi elit di Jakarta berada. Ya,kawasan Kemang. Kawasan ini menjadi primadona bagi Anda yang sesekali ingin menikmati ‘indahnya dunia’.
Daerah Kemang adalah salah satu pusat hiburan dan gallery seni yang terletak di daerah Jakarta Selatan. Terkenal dengan fasilitas hiburan malam serta kafe-kafe nya yang membuat kawasan ini selalu ramai di malam hari. Biasa dikunjungi oleh masyarakat biasa, artis, hingga para ekspatriat. Tak heran Kemang menjadi icon tempat “anak nongkrong” zaman sekarang.

Namun, jangan salah. Kawasan Jeruk purut juga tidak kalah mentereng dibanding kawasan Kemang itu sendiri. Pada tahun 2011, Prambors menempatkan TPU Jeruk Purut sebagai tempat yang paling menakutkan berdasarkan legenda pastur tanpa kepala. Selain itu lokasinya yang berdekatan dengan Kemang seringkali menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi daerah tersebut.

Malam minggu yang seharusnya menjadi ajang hiburan pun digunakan untuk hiburan mistis. Ya, TPU Jeruk Purut ini  acapkali dikunjungi sekedar uji nyali.   Biasanya itu terjadi pada akhir pekan.

“Tiap sabtu minggu paling rame. Biasanya mereka ingin tahu. Ya iseng aja gitu kesini,” terang Pak Dayat.

Beliau menambahkan bahwa mereka kesini seringkali larut malam atau menjelang pagi.  Menurut Pak Dayat, mereka kesini setelah habis beracara di kawasan tersebut. “Malem banget mereka kesini mah. Baju semua pada bagus. Naik mobil juga,”

Hal ini juga diakui oleh Rudi Hidayat, salah satu penjual yang sudah 5 tahun berjualan disana. Ia mengakui bahwa setiap akhir pekan, kawasan Jeruk Purut ini selalu ramai pengunjung.

Dagangannya pun lumayan laris tatkala sudah menemui hari Jumat, Sabtu, Minggu.

“Kadang laku, kadang ngga. Minggu kita mah biasanya rame de,” tukasnya.

Rudi Hidayat mengakui bahwa selama 5 tahun berjualan dia belum pernah sekalipun menemui sosok hantu di kawasan Jeruk Purut.

“Alhamdulilah sih belum prnh apa2. Ya paling angin – angin pernah 1 x dulu. Ya, ga ada  . kadang takut juga kalau lewat sini sepi. Kalau rame biasa aja sih,” ceritanya lagi

Iseng, saya mencoba menanyakan mengenai kisah hantu pastur yang sudah difilmkan. Menurutnya, justru lebih menakutkan di film dibanding di Jeruk Purut langsung. “Disini justru biasa, aja dek.”

Sedikit bergurau saya bertanya,

“Abang sendiri percaya ? Pengen ketemu bang ?”

“JANGAN !! Saya percaya saya percaya,” ujarnya sembari menunjukkan kegugupan dalam dirinya.

Image

Tampak Bang Rudi selaku penjual siomay

***

Seperti yang diberitakan dan dikenal masyrakat, TPU Jeruk Purut terkenal dengan adanya kisah hantu pastur yang menenteng kepala serta diikuti anjing besar berwarna hitam. Kisah itu pun melegenda dan menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk datang.

Dikonfirmasi mengenai kisah pastur tanpa kepala, Pak Dayat menampik. Dia mengakui bahwa kisah yang tersebar itu adalah mitos, meskipun sempat ada pegawai di Jeruk Purut yang mengalaminya.

“Sudah 11 tahun saya disini. Belum pernah tuh ketemu. Itu Cuma mitos,” tanggapnya cepat

Dari segi agama pun bisa dipastikan bahwa hantu pastur itu seharusnya tidak berada di kawasan Jeruk Purut. Kawasan Jeruk Purut ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang beragama Islam. Sementar, pastur itu adalah pemuka agama katolik saat beribadah. Seharusnya itu berada di kawasan Tanah Kusir untuk orang nasrani.

Terkenalnya kisah hantu pastur di masyrakat membuat beberapa stasiun TV ingin membuat acara dikawasan pemakaman ini.  Mereka yang pernah membuatnya adalah antv, trans 7 dan stasiun lainnya. Berbagai persiapan harus mereka lalui. Salah satunya adalah meminta izin terlebih dahulu kepada Habieb.

Percaya atau tidak, ada kejadian saat TPU ini menjadi lokasi syuting acara reality show happy family. Acara ini dipandu oleh Rubben Onsu. Saat itu mengambil tema Jalangkung dan yang terjadi adalah Jalangkung betulan.
Demikian pula saat  uji nyali Transtv melakukan syuting di pemakaman ini. Menurut Pak Dayat, ketika itu mereka tidak meminta izin terlebih dahulu ke makam Habieb.

“Ada waktu itu 5 kru Transtv kerasukan waktu syuting acara uji karena tidak izin dulu ke makam Habieb, harusnya selametan dulu,” jelasnya.
“Biasanya kalau sudah izin dan melakukan selametan, Insya Allah dijaga sama Habieb,” tandasnya.

***

Puas berkeliling, saya pun ingin mengambil beberapa dokumentasi. Saat ingin berfoto disini, Pak Dayat melarang. Menurut dia, disini daerah kekuasaan Habieb dimana tidak boleh melakukan hal iseng apapun disini. Dia menyarankan foto yang agak jauh dari sana. Saya mengangguk pelan.

Sembari berjalan saya iseng bertanya kepadanya

“Ingin sampai kapan bapak seperti ini ?”

“Sekarang sih masih nyaman sih, dek. Ngurus orang meninggal berkah,de. Tapi nanti abis lebaran saya berniat cari yang lain,”

Sesaat kemudian, sampailah ditempat dimana disana diperbolehkan utk foto. Langsung saja, saya bergegas minta tolong untuk difoto bersama dengan Pak Dayat. Sejurus kemudian dia berkata demikian.

“Ini semua kawasan Habib. Kuntilanak biasa berkumpul dikawasan ini,”

Semua diam. Membatu. Membisu. Rasa takkut seakan menusuk kedalam dada. Tak lama kemudian saya berpamit pulang.

“Klang, Klang, Klang,”

Terdengar sudah suara petugas menyirami kuburan di Jeruk Purut. Jam di handphone  saya sudah menunjukkan jam 3 pagi. Raut mata saya pun sudah mulai mengantuk. Sesekali, angin pagi menusuk dalam sanubari saya. Meskipun dingin dan penuh misteri, kawasan itu tetap ramai dikunjungi.

Image

Bersama dengan Pak Dayat.

beberapa dokumentasi lainnya diambil dari detik. travel dan google.com

This entry was posted in Perjalanan, UAS and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s